Berikut ini struktur tubuh Deuteromycota (Fungi Imperfecti). Deuteromycota merupakan kelompok jamur yang dikenal sebagai Fungi Imperfecti atau jamur tidak sempurna karena tahap reproduksi seksualnya belum diketahui. Dalam klasifikasi modern, kelompok ini bukan lagi divisi resmi, melainkan kumpulan jamur umumnya dari Ascomycota yang hanya diketahui bereproduksi secara aseksual. Meski demikian, secara morfologi dan struktur tubuh, Deuteromycota memiliki karakteristik yang khas dan penting dipelajari.
1. Hifa sebagai Unit Penyusun Utama
Struktur dasar tubuh Deuteromycota tersusun atas hifa yaitu benang-benang halus yang membentuk jaringan miselium. Hifa pada kelompok ini umumnya:
- Berbentuk tabung panjang dan bercabang.
- Bersekat (septat), artinya terdapat dinding pemisah antar sel dalam satu hifa.
- Mengandung inti sel dan sitoplasma di setiap kompartemen.
Sekat (septa) biasanya memiliki pori-pori kecil yang memungkinkan aliran sitoplasma dan distribusi nutrisi antar sel tetap berlangsung. Struktur hifa yang bercabang-cabang memperluas permukaan kontak dengan substrat sehingga memaksimalkan penyerapan nutrisi.
2. Miselium: Jaringan Tubuh Vegetatif
Kumpulan hifa membentuk miselium yaitu tubuh vegetatif jamur yang berfungsi utama dalam penyerapan makanan. Miselium pada Deuteromycota dapat dibedakan menjadi:
a. Miselium Vegetatif
Berfungsi menyerap nutrisi dari substrat, seperti tanah, sisa organisme atau jaringan inang pada jamur parasit. Miselium vegetatif biasanya tersembunyi di dalam substrat dan tidak tampak jelas dari luar.
b. Miselium Reproduktif
Tumbuh menjulang ke permukaan substrat dan berperan dalam pembentukan spora aseksual. Miselium ini sering membentuk struktur khusus seperti konidiofor.
Struktur miselium yang luas memungkinkan Deuteromycota hidup sebagai saprofit (pengurai), parasit, atau bahkan simbion dalam kondisi tertentu.
3. Dinding Sel dan Komposisinya
Seperti jamur pada umumnya, dinding sel Deuteromycota tersusun terutama dari:
- Kitin
- Glukan
- Protein struktural
Kitin memberikan kekuatan dan perlindungan terhadap tekanan osmotik serta kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Dinding sel ini juga menjadi pembeda utama antara jamur dan tumbuhan, karena tumbuhan memiliki dinding sel dari selulosa.
Struktur dinding sel yang kuat memungkinkan Deuteromycota bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan, termasuk suhu dan kelembapan yang bervariasi.
4. Struktur Reproduksi Aseksual
Ciri khas utama Deuteromycota adalah reproduksi secara aseksual melalui pembentukan konidia (spora aseksual). Struktur yang terlibat dalam proses ini meliputi:
a. Konidiofor
Konidiofor adalah hifa khusus yang tumbuh tegak dan berfungsi sebagai tempat pembentukan konidia. Bentuknya dapat sederhana atau bercabang.
b. Fialid atau Sterigma
Bagian ujung konidiofor tempat konidia dibentuk. Pada beberapa spesies, struktur ini berbentuk seperti botol kecil.
c. Konidia
Konidia adalah spora aseksual yang terbentuk di ujung konidiofor. Spora ini biasanya ringan dan mudah tersebar melalui udara, air atau hewan.
Contoh jamur yang termasuk kelompok ini antara lain Aspergillus dan Penicillium, yang memiliki struktur konidiofor khas berbentuk seperti sikat atau kepala bulat.
5. Tidak Memiliki Struktur Reproduksi Seksual yang Diketahui
Salah satu karakteristik utama Deuteromycota adalah tidak ditemukannya struktur reproduksi seksual seperti askus atau basidium. Karena itu, kelompok ini dahulu dipisahkan dari:
- Ascomycota
- Basidiomycota
Namun, dengan perkembangan analisis molekuler, banyak spesies Deuteromycota kemudian direklasifikasi ke dalam Ascomycota setelah tahap seksualnya ditemukan.
6. Struktur Adaptif Tambahan
Beberapa Deuteromycota memiliki struktur tambahan untuk bertahan hidup, seperti:
- Klamidospora yaitu spora berdinding tebal untuk bertahan dalam kondisi ekstrem.
- Sklerotium, massa hifa padat yang berfungsi sebagai cadangan makanan dan alat bertahan hidup.
Struktur ini memungkinkan jamur tetap hidup saat kondisi lingkungan tidak mendukung pertumbuhan aktif.
Secara umum, struktur tubuh Deuteromycota terdiri atas hifa bersekat yang membentuk miselium sebagai tubuh vegetatif utama. Dinding selnya tersusun dari kitin yang kuat, dan reproduksinya berlangsung secara aseksual melalui pembentukan konidia pada konidiofor. Tidak adanya fase reproduksi seksual yang diketahui menjadi ciri khas kelompok ini.
Meski klasifikasinya telah berubah dalam sistem taksonomi modern, pemahaman tentang struktur tubuh Deuteromycota tetap penting karena banyak anggotanya berperan dalam bidang medis, industri dan ekologi. Struktur morfologinya yang khas memungkinkan kelompok jamur ini beradaptasi di berbagai lingkungan dan menjalankan fungsi ekologis yang signifikan.



.png)